Selasa, 14 Oktober 2014

Pertamina Segera Operasikan Rig Produk Dalam Negeri di Aljazair

Pertamina Segera Operasikan Rig Produk Dalam Negeri di Aljazair

BATAM - PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) segera mengoperasikan rig baru yang diberi nama ‘PDSI#43.3/AB1500-E’, untuk operasi pemboran di Aljazair. Rig senilai US$26,6 juta tersebut diproduksi di Yard PT. Citra Tubindo Engineering (CTE). Pembangunan rig di dalam negeri ini merupakan bentuk nyata kontribusi Pertamina dalam membangun kapabilitas industri migas nasional.

Naming ceremony dihadiri oleh Direktur Hulu Pertamina Muhamad Husen, Direktur Utama PDSI Farid Rudiono, dan Presiden Direktur CTE Kris Taenar Wiluan di yard CTE, di Batam, Kamis (18/9).

Direktur Hulu Pertamina Muhamad Husen mengatakan rig ‘PDSI#43.3/AB1500-E’, merupakan pesanan rig ketiga perusahaan kepada CTE yang sebelumnya telah memproduksi 2 rig sejenis yang saat ini sedang dioperasikan di Blok Cepu. Untuk rig ketiga ini, katanya, akan dioperasikan PDSI di Blok 405a di Aljazair, dimana Pertamina menjadi operator di Blok tersebut.

"Kami sangat bangga menggunakan hasil produk dalam negeri, apalagi selain biaya yang efisien, kinerjanya juga sangat memuaskan sebagaimana telah ditunjukkan di Blok Cepu. Ini menjadi modal besar Pertamina membawa rig hasil produk dalam negeri untuk dioperasikan di Aljazair," kata Husen.

Rig ‘PDSI#43.3/AB1500-E’ mulai dikerjakan pada kuartal 1 2014 dengan biaya kontrak sekitar US$26,6 juta. Saat ini, rig yang spesifikasinya telah disesuaikan dengan kondisi alam lapangan migas di Aljazair tersebut telah mencapai kemajuan sekitar 90% dan diperkirakan tuntas pada Oktober 2014. Rig berkapasitas 1500 hp tersebut, pembangunan struktur, instalasi, integrasi dan commissioning-nya, seluruhnya dikerjakan tangan – tangan terampil anak Bangsa Indonesia yang tergabung dalam PT. Citra Tubindo Engineering, Batam.

"Dengan munculnya perusahaan-perusahaan potensial seperti CTE, Pertamina semakin memantapkan tekad untuk bisa menjadi lokomotif Indonesia Incorporated di wilayah operasinya di luar negeri. Pemerintah Aljazair sendiri telah sangat terbuka dengan Indonesia, khususnya Pertamina untuk tidak hanya terlibat dalam hal operatorship tetapi juga jasa dengan menggandeng mitra dari Indonesia," katanya.

Direktur Utama PDSI Farid Rudiono mengatakan setelah rig 'PDSI#43.3/AB1500-E’ tuntas Oktober, akan dikapalkan pada November 2014 sehingga Januari 2015 siap dioperasikan di Blok 405a Aljazair. Menurut dia, Aljazair merupakan tantangan baru bagi PDSI karena lingkungannya yang ekstrem, seperti daerahnya di padang pasir, debu yang tebal, dan suhu yang mencapai 50 derajad Celcius.

"Akan tetapi kami yakin, dengan bekal pengalaman panjang sebelumnya, PDSI akan mampu menunjukkan kinerja yang baik di Aljazair," turup Farid.

Senin, 13 Oktober 2014

35.000 Mahasiswa Siap Bersaing di Olimpiade Sains Nasional Pertamina

35.000 Mahasiswa Siap Bersaing di Olimpiade Sains Nasional Pertamina

Depok – Sebanyak 35.000 Mahasiswa dari seluruh Indonesia, hari ini siap bersaing dalam kompetisi bergengsi Olimpiade Sains Nasional Pertamina (OSN PERTAMINA) 2014. Kegiatan dilaksanakan secara serentak di 33 provinsi dari 44 Perguruan Tinggi Mitra di Indonesia.

Pembukaan seleksi dilakukan oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Musliar Kasim, Direktur Utama PT. Pertamina (Persero), Karen Agustiawan,  Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M. Met dan para Rektor serta pimpinan pejabat daerah se-Jabodetabek, di Balairung UI Depok.

Babak seleksi provinsi,  merupakan tahap penyisihan pertama OSN PERTAMINA 2014 yang kemudian akan dilanjutkan dengan seleksi tingkat nasional. Tahun ini jumlah peserta mencapai 35.000 mahasiswa, melebihi peserta tahun 2013 yang mencapai 25.282 mahasiswa.  OSN PERTAMINA 2014,  merupakan  ajang tahunan dimana kali ini telah memasuki tahun ke-7.  Dengan tema “Inovasi Sobat Bumi Untuk Masa Depan Generasi”, OSN PERTAMINA 2014  tahun ini memperebutkan hadiah total senilai Rp 2 milyar.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Musliar Kasim mengharapkan agar kegiatan OSN Pertamina 2014 ini dapat terus terselenggara, “Melalui Science Olympic Games yang melibatkan Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia ini nantinya dapat membangun awareness dan acceptance mahasiswa Indonesia di bidang ilmu sains dan teknologi”.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Pertamina (Persero), Karen Agustiawan menyampaikan OSN PERTAMINA sebagai sarana mencetak generasi yang handal dan dapat berkontribusi bagi negara. “Kami berharap melalui OSN ini, akan lahir individu-individu cemerlang,  yang berperan akif dalam pembangunan bangsa, memiliki kepekaan terhadap permasalahan bangsa, dan terus melatih diri untuk berkontribusi memberikan solusi. Di masa mendatang Karen juga berharap agar OSN PERTAMINA bisa dikembangkan sebagai kompetisi sains tingkat ASEAN.”

Rektor Universitas Indonesia selaku tuan rumah penyelenggaraan OSN PERTAMINA 2014, menyatakan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT. Pertamina atas kepercayaan yang telah diberikan kepada UI sebagai penyelenggara kegiatan nasional ini.

OSN PERTAMINA 2014 merupakan program CSR Pertamina bidang  pendidikan, sebagai implementasi dari visi Pertamina dalam mencerdaskan anak bangsa. Penyelenggaraan OSN PERTAMINA 2014 diharapkan dapat menghasilkan generasi muda Indonesia yang handal dalam bidang sains, yang bertujuan untuk membangun kesadaran mahasiswa akan pentingnya berprestasi untuk kepentingan pembangunan bangsa, dan dapat menjadi bagian dari penyelesaian berbagai masalah yang timbul di masyarakat dan daerahnya.

Penyelenggaraan OSN-PERTAMINA 2014 terdiri atas enam tahap, yakni sosialisasi dan koordinasi yang melibatkan panitia pusat dan daerah, publikasi dan registrasi peserta secara online dan manual, seleksi tingkat provinsi, atau babak penyisihan serentak di 33 provinsi di Indonesia. Selanjutnya, tahap seleksi tingkat nasional atau babak final di Jakarta yang melibatkan para finalis beserta dosen pendamping, penganugerahan penghargaan kepada para pemenang dan Perguruan Tinggi Mitra sekaligus penutupan OSN Pertamina 2014, serta evaluasi OSN Pertamina 2014 guna menjaga akuntabilitas kegiatan.

OSN PERTAMINA 2014 terbuka bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri atau swasta di seluruh Indonesia, dari semua program studi atau jurusan. Pada penyelenggaraan OSN PERTAMINA 2014, untuk Kategori Teori tetap akan mengkompetisikan empat bidang, yaitu bidang Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.  Adapun, untuk  Kategori Proyek Sains akan dikompetisikan karya cipta dari tiga bidang, yaitu bidang Aplikasi Perangkat Lunak (APL), Rancang Bangun (RB) dan Produk Unggulan (PU).  Terakhir kategori proyek yang juga akan diselesaikan melalui dua babak, yaitu Babak Penyisihan dan Babak Final Tingkat Nasional.

Pada hari yang sama Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan juga menyerahkan secara simbolis 1 unit Electric Executive Luxury Car, atau mobil listrik kepada Universitas Indonesia. Bantuan ini sebagai bentuk nyata Pertamina dalam upayanya mendukung pengembangan kapasitas nasional,  mendukung produksi alat transportasi yang ramah lingkungan dan tidak bergantung pada energi fosil yang tak terbarukan. Pemberian mobil listrik dari Pertamina kepada 6 (enam) Perguruan Tinggi Indonesia juga merupakan salah satu program dari CSR Pertamina sebagai tindak lanjut dari Program Pengembangan Mobil Listrik yang digagas oleh pemerintah melalui Kementerian BUMN.

Minggu, 12 Oktober 2014

Pertamina Resmikan New Generation Fuel Terminal Bandung Group

Pertamina Resmikan New Generation Fuel Terminal Bandung Group

BANDUNG – PT Pertamina (Persero) meresmikan New Generation Fuel Terminal Bandung Group yang ditandai dengan penggunaan New Gantry System sebagai upaya modernisasi fasilitas pendistribusian BBM perusahaan untuk memberikan layanan yang lebih baik dan cepat. 

Peresmian New Generation Fuel Terminal Bandung Group, Ujung Berung ini dilakukan oleh Direktur Pemasaran & Niaga PT Pertamina (Persero), Hanung Budya dan didampingi oleh General Manager Marketing Operation Region III Afandi di Desa Babakan Panghulu, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung. Peresmian juga dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Bandung.

Keunggulan utama dari implementasi New Gantry System atau NGS di TBBM Bandung Group meliputi penggunaan teknologi modern, dapat melayani untuk multiproduk dan pemberian layanan yang lebih cepat kepada konsumen. Secara tata letak, NGS TBBM Bandung Group, Ujung Berung juga lebih kompak dibandingkan dengan system yang ada sebelumnya yang semula terdiri dari 2 filling line, kini menjadi 1filling line dan dilengkapi dengan implementasi pipa yang dibangun dengan ketinggian 5 meter di atas tanah.

NGS juga dilengkapi dengan Vapour Discharge, yaitu sistem untuk mengalihkan buangan uap yang timbul pada saat proses pengisian ke mobil tangki. Perangkat ini juga segera dilengkapi dengan Vapour Recovery Unit, yaitu sistem untuk menapung uap yang timbul selama proses pengisian ke mobil tangki berlangsung, sehingga uap tersebut tidak langsung terbuang ke udara bebas. 

Gantry system yang sebelumnya juga hanya mampu melakukan pengisian satu produk sehingga memerlukan 14 pulau pompa untuk melakukan pengisian ke mobil tangki. Dengan gantry system yang baru, pengisian saat ini bersifat multiproduk sehingga cukup dengan 3 pulau pompa. 

Proses blending produk untuk penyaluran Biosolar pada new gantry system juga sudah dilakukan secara inline blending sehingga memerlukan waktu yang lebih cepat, di mana sistem sebelumnya dilakukan secara konvensional dan memerlukan waktu yang lebih lama. Kecepatan pengisian ke mobil tangki juga meningkat pesat, dari yang sebelumnya 900 liter per menit menjadi 2.200 liter per menit. 

“Penggunaan NGS dilakukan di TBBM Bandung Group, Ujung Berung mengingat vitalnya peran TBBM ini, yaitu mendistribusikan BBM untuk masyarakat dan konsumen industri di wilayah Kotamadya Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Purwakarta, hingga Kabupaten Cianjur. Kami optimis dengan adanya new gantry system ini, kami dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat,” ujar Hanung Budya. 

Secara historis, TBBM Bandung Group - Ujung Berung mulai beroperasi pada tanggal 21 Maret 1987 di atas lahan 23,37 Ha, pada ketinggian 667 meter di atas permukaan laut. Supply BBM dari TBBM Bandung Group, Ujung Berung berasal dari Terminal BBM Lomanis melalu jalur Pipa Cilacap – Bandung I & II. Saat ini TBBM Bandung Group, Ujung Berung telah diremajakan dengan NGS yang selesai dibangun dan mulai dioperasikan pada tanggal 18 September 2014. 

Sabtu, 11 Oktober 2014

Muhamad Husen Ditunjuk Sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina

Muhamad Husen Ditunjuk Sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina

JAKARTA – Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) menunjuk Direktur Hulu Pertamina Muhamad Husen sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina terhitung mulai 1 Oktober 2014.

Penunjukan itu tertuang dalam Surat Penunjukan Pelaksana Tugas Direktur Utama Nomor 289/K/DK/2014 tertanggal 30 September.  Dewan Komisaris Pertamina juga telah menyurati Menteri BUMN selaku RUPS Pertamina perihal penunjukan tersebut.

Sesuai dengan Anggaran Dasar Pertamina pasal 10 ayat 25 butir b, Dewan Komisaris Pertamina menggunakan kewenangannya untuk menunjuk salah seorang anggota direksi untuk menjadi pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina.  Untuk itu, Muhamad Husen, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Hulu, telah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama dengan wewenang penuh terhitung tanggal 1 Oktober 2014 sampai dengan ditetapkannya Direktur Utama definitif oleh RUPS.

Sementara itu, pada hari ini (1/10), Menteri BUMN selaku RUPS telah menyerahkan secara resmi Surat Keputusan tentang Pemberhentian Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina kepada Karen Agustiawan.

Jumat, 10 Oktober 2014

Pertamina dan TNI AD Gelar Bakti Sosial di Merauke

Pertamina dan TNI AD Gelar Bakti Sosial di Merauke

MERAUKE - PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan TNI Angkatan Darat kembali melaksanakan bakti sosial di daerah perbatasan negara dan terpencil, sebagai kelanjutan dari kerjasama kedua belah pihak yang dilaksanakan sejak tahun lalu. Kerjasama tersebut diwujudkan dalam bentuk pengabdian dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di wilayah perbatasan, terpencil dan daerah tertinggal.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya beserta Kepala Staf TNI AD Jendral Gatot Nurmantyohadir dalam bakti sosial yang dilaksanakan di dua tempat, yakni Distrik Elikobel serta di Korem 172/ATW, Distrik Tanah Miring Merauke. Di wilayah ujung barat perbatasan Indonesia tersebut, dilaksanakan berbagai aksi sosial di bidang kesehatan, pendidikan dan lingkungan.

Dalam sambutannya Hanung meyampaikan, program ini selain dalam rangka membantu pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, kesejahteraan maupun lingkungan sosial masyarakat, sekaligus dari sisi korporasi bermanfaat dalam menciptakan sinergi antara Pertamina dan masyarakat di sekitar daerah operasi Pertamina yang menjangkau hingga wilayah ujung perbatasan.

”Sebagai Badan Usaha Milik Negara, selain memberikan kontribusi terhadap negara melalui penyetoran deviden dan menjalankan tugas-tugas Public Service Obligation (PSO) baik BBM maupun LPG 3 Kg, Pertamina juga memiliki kegiatan di luar bisnis inti yang kita harapkan mampu memberikan manfaat yang optimal maupun pemberdayaan kepada masyarakat luas, tidak terbatas pada wilayah operasi Pertamina tapi juga menjangkau wilayah di luar operasi perusahaan. Salah satunya adalah menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan atau SME & SR Partnership Program maupun melalui melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility,”jelas Hanung.

Bantuan yang diberikan Pertamina bekerjasama dengan TNI AD meliputi pengobatan umum, termasuk Operasi Katarak, Hernia dan Bibir Sumbing; bantuan pendirian Posyandu dan PAUD, serta bingkisan peralatan sekolah dan sembako. Sementara khusus untuk wilayah perbatasan, diberikan peralatan Olah Raga dan Musik untuk pemuda, peralatan musik untuk Gereja, serta alat penjernih air untuk pasukan penjaga perbatasan.

Kerjasama bakti sosial Peramina & TNI AD diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman kedua belah pihak tentang pelaksanaan kegiatan sosial di 96 daerah, khususnya di daerah perbatasan, daerah pascakonflik dan daerah tertinggal pada 26 Februari 2013.  Diharapkan kegiatan ini dapat mendukung perbaikan kesehatan, pendidikan, kesadaran cinta lingkungan, serta mendorong semangat nasionalisme masyarakat di perbatasan.

Kamis, 09 Oktober 2014

Pertamina Tergabung Sebagai Associate Member IGU

Pertamina Tergabung Sebagai Associate Member IGU

JAKARTA, 17 Oktober 2014 – PT Pertamina (Persero) secara resmi diterima sebagai associate member pada International Gas Union (IGU) sebagai bentuk upaya perusahaan dalam menjalin network di kalangan pemain gas global.

Diterimanya Pertamina bersama Indonesian Gas Society associate member IGU diresmikan dalam ajang council meeting IGU di Berlin, Jerman pada Kamis (16/10). Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto hadir mewakili Pertamina sekaligus Chairman Indonesian Gas Society dalam sidang tahunan IGU tersebut.

“Ini merupakan momentum yang sangat baik bagi Pertamina dan juga Indonesian Gas Society untuk mengembangkan network di kalangan pemain gas global. Diterimanya Pertamina sebagai associate member IGU semakin menumbuhkan komitmen kuat perusahaan untuk memegang peranan penting dan berkontribusi nyata dalam membangun infrastruktur dan industri gas di Indonesia,” kata Hari.

IGU merupakan organisasi nirlaba yang dibentuk pada 1931 dan telah menghimpun lebih dari 142 anggota, baik asosiasi maupun perusahaan yang bergerak di industri gas dan menguasai sekitar 95% pasar gas global. IGU mendorong perdagangan gas internasional yang menjunjung tinggi kebijakan dan prinsip-prinsip kontrak non diskriminatif, mendorong pengembangan teknologi gas yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan meningkatkan keamanan proses produksi, transmisi, distribusi dan utilisasi gas.

Rabu, 08 Oktober 2014

Laksanakan Program Konversi, Pertamina Gunakan LNG Untuk Mobil Tangki

Laksanakan Program Konversi, Pertamina Gunakan LNG Untuk Mobil Tangki

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mulai mengkonversi bahan bakar pada mobil tangki BBM dari Solar non subsidi ke LNG sebagai bentuk nyata pelaksanaan program konversi BBM ke gas. Dengan konversi ini maka didapatkan efisiensi biaya bahan bakar sebanyak 42.000 KL per tahun yang setara dengan Rp280 miliar per tahun.

Dimulainya program konversi ini ditandai dengan peresmian pemanfaatan LNG sebagai bahan bakar mobil tangki Pertamina di Terminal BBM Balikpapan oleh Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya.

Hanung Budya mengatakan dalam upaya mendukung implementasi bauran energi sebagaimana diputuskan dalam Perpres No.05 tahun 2006, Pertamina memandang perlunya pelaksanaan konversi BBM ke gas di segala lini, termasuk kepada mobil tangki BBM Pertamina yang selama ini masih menggunakan Solar non subsidi. Setelah dilakukan berbagai uji coba, tuturnya, Pertamina berkesimpulan bahwa penggunaan LNG sangat tepat untuk mobil tangki BBM.

“Dari hasil uji coba dengan kombinasi 43% Solar dan 57% LNG, dihasilkan efisiensi di atas 14% jika dibandingkan dengan penggunaan Solar 100%. Ini sangat menggembirakan dan kami berkomitmen untuk memperluas pelaksanaan program ini ke seluruh mobil tangki BBM berukuran besar milik Pertamina,” terangnya. 

Dalam uji coba tersebut, Pertamina telah memasang conversion kit  pada 5 mobil tangki dengan menggunakan dual fuel system. Selain itu, Pertamina melakukan pengadaan ISO tank LNG serta pembangunan sarana pengisian LNG di Terminal BBM Balikpapan. 

Hanung mengatakan terdapat sekitar 2.100 mobil tangki di bawah pengelolaan anak perusahaan yang dapat dikonversi bahan bakarnya ke LNG. Jika seluruh mobil tangki tersebut berhasil dikonversi, maka total penghematan biaya bahan bakar mobil tangki BBM bisa mencapai Rp280 miliar per tahun. 

“Solar yang dapat dihemat mencapai sekitar 3.500 KL per bulan. Penghematan tersebut bisa bertambah apabila komposisi LNG dalam dual fuel mix lebih besar. Kami dalam waktu dekat juga akan melakukan uji coba penggunaan LNG 100%,” ungkapnya.  

Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto mengungkapkan pada tahap awal pasokan LNG untuk program konversi ini bersumber dari PT Badak NGL yang berkolaborasi dengan anak perusahaan Pertamina yang bergerak di sektor gas lainnya, yaitu PT Pertagas dan PT Nusantara Regas. Dia mengatakan LNG memang cocok digunakan untuk heavy duty vehicles, seperti mobil tangki BBM, truk dan alat berat pertambangan serta truk besar untuk jarak tempuh yang jauh. 

Indonesia, tuturnya, akan sangat diuntungkan apabila program yang diinisiasi Pertamina dan terbukti sangat positif ini dapat pula dilaksanakan pada kendaraan sejenis oleh perusahaan-perusahaan. Sejauh ini, katanya, Pertamina telah melaksanakan program pilot project penggunaan LNG sebagai bahan bakar alat berat dan angkutan pertambangan bekerjasama dengan Indominco Mandiri dan Berau Coal.  

Apabila inisiatif Pertamina ini diterapkan pada kendaraan-kendaraan berat lainnya, maka dampaknya akan sangat positif dalam mengurangi ketergantungan Indonesia akan impor Solar. Pertamina memproyeksikan penggunaan LNG pada sektor transportasi dan alat berat bisa mencapai 0,4 juta ton per tahun pada 2015 dan mencapai 1,3 juta ton per tahun pada 2019 yang digunakan oleh kendaraan berat tambang, perkebunan dan bus jarak jauh. Jumlah tersebut tentunya akan meningkat jika angkutan kereta api dan juga kapal laut juga menggunakan LNG. Dengan jumlah penggunaan LNG tersebut maka volume BBM jenis diesel yang dapat dikurangi bisa mencapai 0,9 juta kiloliter pada 2015 dan sekitar 3 juta kiloliter pada 2019. 

Penggunaan LNG untuk bahan bakar moda transportasi memiliki beberapa keunggulan, selain lebih efisien juga ramah lingkungan karena emisi gas buangnya lebih kecil dibandingkan dengan Solar. Terlebih, tingkat keamanan penggunaan LNG juga sangat terjamin karena disimpan dalam tekanan normal.